Rachelia’s Weblog

10 07 08

Awasi Kanker Payudara

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — rachelia @ 11.00

AWAS KANKER PAYUDARA
Gejala awal penyakit yang jadi momok wanita ini ditandai munculnya benjolan
sebesar kelereng. Benjolan ini tak teraba dengan tangan ketika ukurannya
masih kecil. Selain itu, salah satu puting susu mengeluarkan cairan berwarna
merah dan berbekas di bra. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera hubungi
dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia.
“Ini karena beberapa faktor. Bisa jadi mereka enggak tahu atau merasa malu
berobat. Kebanyakan pasien lebih memilih pengobatan alternatif. Mereka
mendatangi dokter setelah penyakitnya mencapai stadium lanjut,” papar Sonar.

Salah satu upaya mengetahui kelainan pada payudara adalah dengan melakukan
SADARI (Periksa Payudara Sendiri). SADARI dapat dilakukan 7-10 hari sesudah
menstruasi hari terakhir. Untuk membantu proses ini, oleskan sedikit minyak
zaitun atau busa sabun mandi di permukaan payudara. Ini akan memperlicin
permukaan payudara. Selain itu tangan menjadi lebih sensitif meraba
kemungkinan adanya benjolan di payudara. Langkah-langkah melakukan SADARI:

a. Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala.
Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.

b. Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung
jari tengah yang dirapatkan.

c. Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan gerakan
ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.

d. Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan
dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.

e. Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting
mengeluarkan cairan yang tidak normal.

f. Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di
depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara.

g. Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.
***

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.